The Little Broken-Hearted

IMG_20160507_210806

However, she’s just a little girl-in-love.

A ‘Good’ Bye | Leeteuk’s Video | The Little-Broken-Hearted

***

AKHIRNYA aku punya sesuatu yang bisa diceritakan pada kalian, mengenai adik kecil kesayangan kami. Well, Joohae memang gadis yang luar biasa, aku harus mengakuinya. Aku adalah orang pertama yang paling ia hormati setelah kakaknya, mengingat sikapnya yang selalu kurang ajar terhadap Heechul dan Sungmin. Gadis itu tidak ragu menceritakan banyak hal kepadaku, betul-betul menganggapku sebagai seorang kakak seperti Donghae. Bahkan, aku mulai menyadari, ada satu hal yang sepertinya selalu ia ceritakan kepadaku tanpa Donghae ketahui, dan itu menjadikan aku sebagai satu-satunya orang yang tahu akan hal itu. Namun itu hanya beberapa saat, setidaknya sampai kejadian itu.

☆☆☆

Donghae mungkin kenal dengan seorang laki-laki bernama Hwang Ji Kyung, yang ternyata merupakan adik sahabat baiknya, Hwang Min Jung. Tapi, mungkin Donghae hanya tahu kalau hubungan keduanya sama seperti hubungannya dengan Minjung. Donghae ― entahlah ― tidak menyadari bahwa adik kecilnya itu menyukai temannya sendiri.

Aku tentunya aku tahu bukan karena Joohae yang bilang sendiri padaku. Aku memergokinya saat ia sedang memandang lama fotonya dan laki-laki itu sambil tesenyum-senyum sendiri. Dari situ, Joohae memohon-mohon padaku untuk menyembunyikan hal ini dari kakaknya. Aku tidak mengerti apa alasannya, tapi jika itu kemauannya lebih baik aku turuti daripada dia berubah menjadi super duper menyebalkan.

Suatu hari, entah mengapa, gadis itu masuk ke dorm dengan tiba-tiba, seperti biasa, dengan pakaian casual nya dan rapi, terlihat amat sangat bahagia.

Bahkan ia hanya tersenyum sangat manis saat Sungmin bersungut-sungut menirukan ucapannya.

Aigoo.. apa ini pertanda keruntuhan dunia?” Heechul menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat tingkah gadis itu.

Joohae tertawa. “Seharusnya oppa senang saat aku mengabaikan semua ejekan oppa..”

“Apa yang membuatmu begitu senang, Joo?” Donghae bertanya penuh pengertian.

Gadis itu mengerling padaku, lalu tersipu-sipu tanpa berhenti tersenyum sangat lebar. Aku balas tersenyum. Jika tebakanku benar..

Joohae menggaruk kepalanya bingung. “Apa ya istilah untuk seorang pria dan wanita berjanji untuk saling bertemu lalu berjalan-jalan lalu..”

“Kencan.” sahut Eunhyuk malas. Ia sepertinya tidak menyadari apa yang dikatakannya, sampai kemudian ia dan semua orang di sini berteriak dengan keterkejutan yang luar biasa. “KENCAN?! KAU?!”

Senyum Lee Joo Hae makin lebar dan gadis itu makin terlihat dengan malu-malu.

“Sejak kapan kau dekat dengan seorang pria? Dan siapa pria itu?” Donghae bertanya menuntut. Aku bisa mengerti perasaannya bila ia tahu siapa yang mengencani Joohae, dan parahnya ia tidak tahu soal hal ini sementara aku tahu.

“Kalau dia menyatakan perasaannya padaku, aku berjanji akan mengatakannya pada oppa.”

“Tapi kenapa kau tidak pernah bilang padaku kalau kau sedang dekat dengan seseorang?”

“Memangnya oppa pernah bilang padaku kalau oppa sedang mengencani seorang gadis?” balas Joohae sewot. “Aku selalu tahu oppa sedang mengencani seseorang setelah Minjung eonni yang mengatakannya. Lagipula, semua gadis yang dekat dengan oppa membenciku. Memangnya mereka pikir mereka siapa berani mendekati kakakku?”

Donghae mendengus. “Kau juga tidak menyukai mereka kan? Kau bahkan pernah membuat Tiffany menangis tersedu-sedu setelah kau nyaris mencelakainya.”

“Kurasa itu balasan setimpal.” Joohae bergumam merendahkan. “setelah dia nyaris membunuh Minjung eonni. Apa dia tidak tahu kalau Minjung eonni sudah jauh mengenal oppa bahkan sebelum dirinya? Tentu saja oppa seharusnya lebih memprioritaskan Minjung eonni daripada dia! Perempuan bodoh!”

Donghae menjitak keras kepala gadis itu.

Gadis itu melirik arlojinya, lalu pura-pura terkesiap. “Omo. Aku terlambat!”

Ia langsung lenyap dari pandangan kami semua.

“Hei.” Heechul berkata tiba-tiba. “Itu berarti, Tiffany yang meneleponku sambil menangis  saat dia menceritakan kepadaku kalau kakinya hampir putus, itu ulah Joohae?”  

Donghae mengangguk. “Dan bukan hanya itu. Dulu sekali, saat aku membawa kekasihku ke rumah, dia tidak segan-segan membuat keributan dan membuang air kotor bekas cucian padanya. Dia langsung memutuskan aku dan pergi sambil menangis.”

Aku, Sungmin, dan Heechul tertawa.

“Bisa dimengerti.” Yesung mengangguk-angguk. “Mereka membenci Joohae, ingat?”

“Tapi apa hanya karena itu dia tidak mau mengatakan padaku siapa yang mengencaninya?” Donghae memandang kami semua. “Aku kakaknya! Jika ada pria yang berani mendekati adikku, tentu saja dia harus berhadapan denganku!”

“Sulit dipercaya, seorang Lee Joo Hae berkencan.” Heechul berkata.

“Tapi siapa?” Eunhyuk menimpali. “Laki-laki yang dekat dengannya ‘kan hanya kita! Semua teman kantornya perempuan! Apa jangan-jangan..”

“Enak saja!” Donghae menjitak kepala Eunhyuk dengan amat sangat kuat.

Beberapa menit kemudian, keingintahuan mereka tentang siapa yang sedang mendekati Joohae akhir-akhir ini memudar. Semua orang kembali ke urusan mereka masing-masing, menikmati hari libur yang singkat sebelum kembali sibuk gila-gilaan keesokan harinya. Dan sebelum aku lupa, aku menggunakan kesempatan ini, untuk bertanya pada gadis itu.

b

Teuk
Apa aku benar?
Kau pergi bersamanya?

b

Aku tidak menyangka gadis itu membalas pesanku dengan sangat cepat.

b

Adik kecil
Ya, oppa! Jikyung! Benar-benar sulit dipercaya!
Setelah apa yang dia lakukan padaku!
Teuk
Syukurlah. Aku ikut senang.
Bersenang-senanglah kalau begitu!
Dan jaga tingkah lakumu!
Jangan gugup saat Jikyung akan menciummu nanti
Adik kecil
Apa-apaan itu?!

v

Aku tertawa, tidak lagi membalas pesannya. Aku jadi ingat Joohae yang selalu mengeluh padaku karena Jikyung yang datang padanya hanya untuk membantunya mengerjakan tugas kuliah, atau menggerutu soal gadis-gadis yang sedang didekatinya. Aku memang tidak pernah bertemu dengan laki-laki itu, tapi dari cerita Joohae, mereka sepertinya sangat dekat.

☆☆☆

Sejak saat itu, semua orang tidak pernah menyinggung soal kencan Joohae lagi, ataupun mempertanyakannya. Kami semua sibuk dengan persiapan comeback, penampilan di beberapa stasiun televisi, siaran di Sukira (ini Sungmin dan Ryeowook, aku dan Eunhyuk sudah tidak lagi menjadi DJ di sana), syuting drama (ini Donghae), dan belum lagi, mempersiapkan konser. Gadis itu sepertinya juga sibuk dengan pekerjaannya. Sudah hampir dua minggu ia tidak mengunjungi kami.

Ini aneh, kalau kau tanya aku. Sesibuk apapun gadis itu, dia pasti akan muncul di apartemen kami sekali seminggu, meski kunjungannya hanya sepuluh detik. Tapi, bahkan hanya untuk menjahili kami dengan mengetuk pintu apartemen tapi dia tidak muncul di depan pintu saja tidak pernah lagi dilakukannya. Ada apa ini?

Seiring berjalannya waktu, bukan hanya aku yang menyadari keanehan ini.

Sekali waktu, aku melihat Donghae memeriksa ponselnya dengan gelisah.

“Biar kutebak.” Aku berkata. “Joohae?”

Donghae mengangguk. “Dia sudah tidak pernah merecokiku di chat sejak dia berkencan. Apa ada sesuatu terjadi?”

Aku mengangkat bahu.

“Aku juga menanyakan hal yang sama.” tiba-tiba Heechul menyahut. “Apa dia dicampakkan?”

“Orang sesempurna gadis itu?” aku berpendapat. “Tidak mungkin!”

“Mungkin aku adalah satu-satunya orang yang tidak menginginkan Joohae menjadi kekasihku.” Heechul bergumam sendirian. “Jadi, aku tidak akan heran kalau dia dicampakkan.”

Aku tertegun, begitu juga dengan Donghae. Kami segera keluar dorm dan berdiri di depan apartemen gadis itu. Donghae menekan sandinya dengan terburu-buru. Namun yang terjadi selanjutnya membuat kami terkejut.

“Dia mengganti sandi apartemennya!” Donghae berseru. Ia menggedor-gedor pintu. “Joo-ya, buka pintunya!”

Pintu bergeming.

“Oh, bagus.” gerutuku. Aku meneleponnya. Kami menunggu gadis itu menjawab dengan tegang. Tidak ada jawaban.

“Joo-ya, buka pintunya! Sekarang!” Donghae berteriak sambil terus menggedor.

Kegaduhan itu membuat Heechul, Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook mengikuti kami, karena memang hanya kami yang ada di dorm saat ini.

“Ada apa ini?”

Baik Donghae dan aku tidak menjawab.

“LEE JOO HAE, BUKA PINTUNYA!” Donghae berteriak lagi. “ATAU KAU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA KALAU AKU BERHASIL MEMBUKA PINTU INI!”

Sekonyong-konyong, tanpa disadari kami, gagangnya bergerak. Pintu berayun terbuka.

Kami langsung menerobos masuk ke dalam.

Tidak ada yang berbeda. Apartemennya rapi seperti biasa. Yang berbeda hanyalah, Joohae yang duduk di lantai di depan televisi yang volumenya benar-benar mengganggu.

Ketika kami mendekatinya, kami semua terkejut. Wajah gadis itu pucat. Matanya sembab dan bengkak. Hidungnya kemerahan. Pipinya basah. Rambutnya berantakan.

Eunhyuk langsung mengecilkan suara televisi dan mematikannya.

“Hei, ada apa denganmu?” suara Donghae langsung berubah lembut.

Gadis itu menyeka hidungnya, memandang nanar padaku. “Dia melakukannya lagi, oppa..” lirihnya serak.

“Apa?” gumamku tanpa sadar. “Lagi?!”

Dia mengangguk.

“Dan kau masih terus berharap padanya?!” pekikku mulai marah. “Tapi kau menganggap kalian sedang berkencan?! Kau bodoh atau apa, hah?!”

Dia menunduk takut.

“Ada apa ini?” Donghae memalingkan wajah padaku. “Apa hyung tahu sesuatu yang tidak aku, dan kami ketahui?”

Tanpa menunggu persetujuan Joohae, aku langsung menceritakan semuanya. Tentang Jikyung. Tentang Joohae yang begitu mencintainya. Tentang Jikyung yang hanya memanfaatkannya tanpa pernah memandangnya dengan layak. Tentang Joohae yang selalu bersabar ketika Jikyung menceritakan semua kekasihnya. Tentang Joohae yang hanya menerima dengan lapang dada saat melihat Jikyung mencium semua gadis di depannya tanpa rasa bersalah.

Semua orang diam. Saat kulihat Heechul dan Sungmin ingin tertawa, aku langsung mengerling agar mereka melihat keadaan Joohae.

“Jadi.. selama ini..” ucap Donghae terperangah. “Kenapa kau tidak pernah bilang padaku?”

Aku mendengus sinis. “Dia hanya takut menjadi bahan ejekan diantara kita semua. Apalagi kalau sampai Heechul dan Sungmin tahu hal ini.”

Keduanya langsung beringsut mendekati gadis itu.

“Joo-ya, ada hal yang perlu kau tahu.” Sungmin berkata.

Gadis itu memandangnya, masih dengan berlinang air mata.

“Kami memang akan menertawakanmu kalau ada seorang pria yang menyukaimu, tapi jika ada yang berani membuatmu terluka sampai seperti ini, aku dan Heechul hyung tidak akan tinggal diam.”

Joohae memandang mereka. Dia kembali menangis.

“Diamlah..” Eunhyuk menyeka air matanya. “Kau hanya akan membuatku ikut menangis..”

Di sela-sela tangisannya, gadis itu tertawa. Donghae langsung merengkuhnya.

“Ceritakan apa yang terjadi saat itu.” Donghae menuntut.

Gadis itu menarik napas dalam, lalu menghembuskannya. “Jikyung.. hanya memintaku untuk menemaninya mencari kado ulang tahun untuk kekasih barunya.. dia bilang dia bingung harus memberikan apa karena gadis yang menjadi kekasihnya sekarang.. adalah.. adalah.. teman sekolahku dulu.. dan dia.. tahu.. kalau aku.. sudah menyukai Jikyung.. dari.. dulu..”

Dan Joohae pun menangis lagi.

Kami semua menghela napas sebal.

“Kau ingin kami melakukan apa?” Heechul bertanya.

Gadis itu mengangkat bahu tanda tak tahu.

Pada saat itu, ponsel Joohae berbunyi. Donghae yang memegangnya.

“Siapa menelepon?”

Sebagai jawaban, Donghae menunjukkan layar pada semua orang.

Joohae melihatnya. “Dia sudah meneleponku dari dua hari yang lalu..”

Heechul merampas benda itu. “Sini, serahkan padaku!”

Ketika panggilan diubah menjadi mode loudspeaker, kami bisa mendengar Jikyung berkata dengan santai, semangat, tanpa beban dan rasa bersalah. “Hai, Joo! Akhirnya kau mengangkat teleponku! Apa kau sesibuk itu? Aigoo.. seharusnya kau tidak melupakan temanmu yang tampan ini!”

“Apa maumu?” Heechul menjawab ketus.

“Eh? Kau sakit? Ada apa dengan suaramu?”

“Maaf saja, ya. Kalau kau ingin tahu, ini bukan Joohae yang bicara.”

“Siapa kau?”

“Aku kekasihnya. Jadi apa maumu?”

Joohae membelalak menatap Heechul.

“Hei, Joohae tidak pernah bilang padaku kalau dia sudah punya kekasih!”

“Ya, sama seperti kau yang tidak pernah bilang padanya kalau kau sudah punya kekasih kan? Dan kau memberitahunya dengan cara menciumnya di depan gadisku? Apa itu sikap seorang pria?”

Jikyung tidak menjawab.

“Kalau kau berani menyakiti gadisku lagi, aku akan menjamin kau menjalani kehidupan yang tidak pernah menyenangkan!”

Dan Heechul pun memutuskan sambungan telepon.

“Bagus sekali, hyung!” Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook bertepuk tangan.

Joohae sudah melepaskan diri dari Donghae.

“Bagaimana perasaanmu?” aku bertanya.

Gadis itu membersihkan hidungnya. “Tidakkah itu terlalu kejam?”

“Kau bahkan masih memikirkan perasaannya di saat dia sudah melukaimu seperti ini?!” Ryeowook membentak.

“Pakai akal sehatmu, Lee Joo Hae!” Sungmin menunjuk kepalanya. “Dia tidak mencintaimu! Dia hanya memanfaatkan mu!”

Sesaat kemudian aku merasa Joohae akan menangis lagi karena pernyataan Sungmin. Tapi tanpa diduga, kami melihat Joohae tersenyum kecil. “Itu hebat, oppa.. terima kasih..”

Eish..” Heechul meninju lengan gadis itu, lalu menyeringai.

☆☆☆

Minggu-minggu berlalu sejak kejadian itu. Joohae sudah kembali ceria. Dia kembali sering mengunjungi apartemen, dan Heechul dan Sungmin kembali sering membuatnya kesal. Hari-hari kami akhirnya berjalan dengan normal. Kangin, Yesung, dan Siwon akhirnya tahu apa yang terjadi. Kami semua kembali beraktivitas seperti biasa. Joohae sudah mengubah kembali sandi apartemennya.

Setidaknya sampai aku kembali ke tempat itu dan mendapati Joohae menangis.

Aku memutar bola mata. “Jangan bilang Jikyung lagi.”

Gadis itu mengangguk. “Oppa tahu? Aku menceritakan masalah ini pada Minjung eonni.”

Aku mengangkat alis. “Lalu?”

Gadis itu menatapku dengan berlinang air mata. Ekspresinya sangat menyedihkan. “Hari dimana Heechul oppa membalas telepon Jikyung dengan sangat kasar, itu adalah hari seharunya Jikyung ingin menghabiskan waktu bersamaku. Dia benar-benar ingin bertemu denganku, mengajakku berjalan-jalan, tanpa ada kaitannya dengan gadisnya. Tapi karena dia mengira aku sudah punya kekasih.. jadi.. jadi..”

Dan Joohae menangis dengan keras. Aku kembali memandanginya dengan prihatin.

b

End

b

HAHAHAHAHA hai hai hai 😁

Maafkan aku yang nggak kembali sama cerita romance 🙃

Pengen kembali dengan sekuel LTH tapi nggak punya ide gimana dongg 🤔

Jadi gimanaaa? 😕

Ini cuma lagi throbek leejoo aja WQWQ 😂

Dan kalo mau baca ini mending baca dulu A ‘Good’ Bye dan Leeteuk’s Video 😇

Advertisements

2 thoughts on “The Little Broken-Hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s