Eunhyuk’s Video

screenshot_2016-06-27-19-33-49_com.instagram.android_1470126071380.jpg

Just one sentence: she’s the best partner in talking, laughing, and sharing.

A ‘Good’ Bye | Eunhyuk’s Video | What’s My Fault?

***

“KALIAN bahkan belum melakukannya, tapi memaksaku melakukan ini.”

Eunhyuk menggerutu ketika Sungmin memaksanya duduk di sofa, dimana sebuah kamera yang sudah menyala diletakkan sejarak satu meter di depannya. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.

Hyung sudah bercerita, jadi hyung harus melakukan ini, sama seperti yang lain.” Ryeowook menyeringai.

Eunhyuk berdecak, kemudian pandangannya beralih ke kamera. Ia memejamkan mata sejenak, lalu menghembuskan napas. “Kuat, sabar, dan tabah.”

Tiga pendeskripsian itu mengawali pembicaraan panjangnya, atau seharusnya kukatakan, curahan hatinya. Eunhyuk tersenyum teduh. Mata yang memang sudah sembab bahkan sebelum Sungmin memaksanya duduk tertuju pada kamera. Sungmin dan Ryeowook hanya diam menyemangatinya.

“Apa lagi penilaian berarti yang bisa kuberikan padamu?” Eunhyuk mengangkat bahu. “Dari sekian banyak gadis yang kukenal, kau lah yang memiliki kepribadian yang paling berbeda.”

Laki-laki itu mengangguk-angguk. “Apa yang Leeteuk hyung gambarkan tentang dirimu itu benar. Kau sangat.. unik. Kau membuat orang yang awalnya menilaimu sombong, langsung mengubah total persepsi mereka tentang dirimu. Kau membuat orang menyesal karena berpikiran buruk tentangmu. Kau sangat luar biasa.”

Matanya menerawang, kemudian menghela napas. “Kau memberiku kesan cerdas dan menyebalkan saat pertama kali mengenalmu. Entahlah. Apakah orang cerdas langsung tampak dari aura wajahnya? Aku tidak tahu. Tapi itulah yang aku dapatkan dari dirimu, saat kau memperkenalkan diri pada dunia sebagai adik Donghae.”

Mata laki-laki itu mulai berkaca-kaca. “Bagaimana awal mula kita saling kenal dan menjadi akrab? Aku tidak ingat. Kau membuatku kagum setengah mati dengan caramu yang selalu berhasil membobol laptopku tanpa kesalahan sedikitpun. Aku kesal awalnya, tapi lama kelamaan, aku sadar bahwa lebih baik laptopku ada di tanganmu daripada berada di tangan anggota Super Junior terlebih kakakmu si perusak itu. Kau membuatku lebih banyak berhemat karena aku hanya tinggal memintamu memperbaiki laptopku dan aku hanya membayarmu dengan pizza atau susu sapi murni. Bukankah itu menyenangkan?”

Ia tertawa, namun entah mengapa, tawanya terdengar menyedihkan.

“Jujur saja..” pria itu menautkan jemarinya, memandang lantai. “Aku kesepian saat kau berada di Jerman. Tidak ada gadis yang bisa kuajak berseloroh. Kau membuatku menjadi tahu lebih banyak soal dunia. Kadang aku merada bodoh saat mengobrol denganmu, mengingat terlalu banyak hal yang bisa kau obrolkan. Hei, apa kau benar-benar melahap semua buku yang kau temukan di stan buku pinggir jalan? Kau sangat cerdas, untuk gadis seusiamu. Yah, mengingat kau enam tahun lebih muda dariku..”

Eunhyuk memejamkan matanya erat, mengakibatkan air matanya jatuh. “Aku selalu ke apartemenmu bahkan setelah kau pergi.. dengan harapan kita akan mengobrol bersama sambil menikmati pizza sehatmu. Tapi itu tidak mungkin. Tidak ada yang menyangka kau pergi dengan cara seperti ini.. Kau beruntung melakukan video call dengan Donghae, bagaimana jika kau tidak menghubunginya sama sekali?”

Ia mendengus sedih. “Kau terlalu baik untuk hidup di dunia ini..” lirihnya berlinang air mata. “Aku tersanjung karena kau masih sempat memikirkan orang lain di saat-saat kritismu.. kau masih mau menghabiskan waktu bersama kami walau kondisimu melemah setelahnya.. kau menerima dengan senyum manismu semua keluhan kami tentang dirimu pada Donghae.. kau tidak pernah menolak jika kami meminta pertolonganmu, padahal kau sedang dalam tahap penyembuhan.. bahkan kau masih bersedia mengobrol denganku di telepon padahal hanya memegang ponsel saja kau butuh tenaga lebih.. Kau ini apa? Malaikat yang menjelma menjadi gadis menyebalkan?”

Dengan kedua tangan bertumpu pada paha, pria itu menutup wajah dengan kedua telapaknya. Menangis dengan isakan pelan. Ia terdiam sejenak, menarik napas, dan menghembuskannya. Ia menyeka kasar air matanya. “Aku yakin, jika kau melihatku seperti ini, kau pasti akan tertawa terbahak-bahak sampai air matamu keluar, karena aku tahu, kau melakukannya saat menonton Super Show 6, saat aku menangis. Hei, kau pernah melihat semua member menangis, tapi kenapa kau hanya menertawaiku.”

Ia menggigit bibir, berusaha meredakan tangis. Dengan sekuat tenaga, ia mencoba tersenyum lembut ke arah kamera.

“Lee Joo..” senyumnya melebar. Ia tahu Joohae sangat senang bila dipanggil seperti itu, tetapi karena anggota Super Junior tidak suka melihat gadis itu menang, makanya mereka hampir tidak pernah memanggil Joohae seperti itu, kecuali Eunhyuk.

“Hanya ada satu orang di dunia ini yang kupanggil seperti itu, dan itu adalah kau, gadis kecil.” lanjut Eunhyuk tanpa melepas senyumannya. “Terima kasih karena telah memberiku kesempatan untuk mengenalmu.. Suatu kehormatan bisa menjadi temanmu..”

Pria itu berdehem, kemudian membungkuk dalam.

Dan itu adalah tanda untuk Sungmin dan Ryeowook agar mereka mematikan kamera.

 

End

 

Maafkan kejelekan cerita picisan ini yah, itupun kalo ada yang membaca :3 #bhay

Advertisements

3 thoughts on “Eunhyuk’s Video

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s