Leeteuk’s Video

61662_10151151601295765_376178220_n.jpg

From the best leader ever, to the best person ever.

A ‘Good’ Bye | Leeteuk’s Video | The Little-Broken-Hearted

***

PRIA itu duduk tegak di sofa. Di depannya, sebuah kamera yang sudah menyala diarahkan ke dirinya. Tidak, ini bukan siaran live, atau wawancara eksklusif. Ini hanya rekaman video biasa.

Hyung bisa bicara sekarang!”

Leeteuk menatap datar Ryeowook dan Sungmin yang berada di belakang kamera, dan menghela napas. Ia diam sejenak, lalu menatap lurus kamera itu.

“Hai, Joo!” buka Leeteuk melambaikan tangan. Ia tersenyum lembut. “Bagaimana kabarmu? Ah kau pasti bahagia di sana. Karena kau bisa berlari dan menari tanpa takut kelelahan. Ada banyak buku bagus yang bisa kau baca, makanan sehat yang bisa kau makan, dan pria-pria tampan yang lebih tampan dari kami yang bisa menjadi temanmu. Aku benar ‘kan?”

“Yah..” ia mendesah berat. “Minggu-minggu pertama saat kau tidak ada termasuk hari yang berat bagi kami, terlebih Donghae, Shindong, dan Heechul. Aku juga termasuk di dalamnya. Karena pada masa itu, setiap kali aku membuka pintu dorm dan berniat ke apartemenmu, aku baru sadar ternyata kau sudah pergi. Kebiasaan memang susah hilang, ya?”

Pria itu mendengus. Pandangannya beralih ke tempat lain, merenungkan sesuatu. “Jika kita membicarakan awal perkenalan, asal kau tahu saja, aku langsung menyukaimu saat pertemuan pertama kita. Saat kau mulai berani mengenalkan diri sebagai adik Donghae. Itu suatu keberanian yang luar biasa, apalagi selama ini Donghae selalu dikira anak tunggal dan kau tiba-tiba muncul. Dan kau benar-benar tahu itu bukan awal yang mudah.”

“Tidak heran gadis sepertimu langsung dibenci pada awalnya. Apalagi dengan semua yang kau miliki. Kau cantik – oh siapa yang akan mengelak hal ini? – cerdas, adik Donghae pula! Siapa yang tidak iri? Hei, kalau aku termasuk salah satu dari mereka, aku juga akan membencimu, kau tahu?”

Leeteuk menelengkan kepala ke satu sisi. “Entahlah, Joo.. aku tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan padamu, padahal waktu melihat Donghae dan Heechul melakukan ini, aku sudah mempersiapkan segalanya.” kekehnya.

Ia diam sejenak, memandang kosong ke arah kamera, lalu kembali bicara. Dengan begitu emosional. “Aku tahu, aku orang kedua yang kau hormati setelah Donghae, mengingat kita tidak pernah bertengkar seperti kau dengan Heechul atau kau dengan Sungmin. Kau begitu takut padaku, tidak seperti kau yang selalu bicara tanpa tata krama dengan Heechul padahal dia seumuran denganku. Kau tahu? Kadang pertengkaran mu dengan mereka berdua bisa menjadi hal yang lucu bagi kami.”

Ia terdiam lagi, lalu menatap kamera dengan tatapan serius. “Hei, anak nakal. Aku tidak bercanda saat kau membentakku karena aku terlambat memberikan hadiah Donghae. Sungguh, kau membuatku terlihat seperti seorang penjahat. Itu semua permintaannya, karena dia tahu kau sangat marah padanya. Kau juga marah pada kami karena tidak ada satupun dari kami yang memberitahumu kan? Itu juga permintaannya. Baiklah, aku minta maaf karena membuatmu marah, dan karena mengikuti permintaan konyol itu.”

“Joo-ah..” panggilnya terdengar berbeda. Matanya mulai berkaca-kaca. “Kau benar-benar berbeda dari gadis manapun yang pernah kutemui. Kau memiliki kepribadian yang tak terduga. Orang akan menilaimu sombong jika belum mengenalmu, tapi akan sangat memuji-muji jika sudah lama mengenalmu. Kau gadis berjiwa bebas yang dingin, selalu menjadi apapun yang kau inginkan tanpa mempedulikan persepsi orang-orang. Kau cerdas, dan itulah keunggulanmu. Disamping sifat cuekmu, kau adalah gadis yang sangat ramah. Kau bisa menjadi orang yang konyol dan serius dalam waktu yang bersamaan. Menjadi abstrak dan realistis dalam menanggapi suatu kejadian. Menjadi gadis lembut yang judes saat berbicara dengan Sungmin atau Kyuhyun. Kau sangat.. unik. Tidak heran semua orang nyaman berada di dekatmu.”

Air mata Leeteuk jatuh. “Kenapa kau masih begitu ceria padahal kau sangat menderita dengan semua penyakitmu? Kenapa kau tidak pernah mengeluh pada kami tentang apapun, sementara kami selalu mengeluh pada Donghae betapa menyebalkannya dirimu? Kau benar-benar seorang malaikat, Joo. Kau pernah menghibur seorang anak yang akan di-kemoterapi kan? Padahal saat itu kau baru saja selesai menjalani terapimu. Aku ingat Kangin dan Siwon pernah meminta padamu untuk memperbaiki pemanas ruangan di dorm, dan kau sama sekali tidak menunjukkan kalau kau kelelahan. Tapi siapa sangka? Setelah memperbaikinya, kau langsung demam tinggi selama tiga hari? Dan yah, itu cukup membuat mereka berdua merasa bersalah. Tapi apa tanggapanmu? Kau bersikap seakan-akan kau sudah terbiasa dengan semua ini! Apa-apaan itu?! Apa yang kau pikirkan?! Membuat orang lain bahagia dan nyaman sementara kau menderita?! Dasar bodoh!”

Leeteuk menunduk, menangis dalam diam di sana. Beberapa menit kemudian, wajahnya kembali muncul di kamera. “Joo-ah, aku minta maaf..” bisiknya. “Ketika melihatmu menonton Super Show 5 Seoul dan keinginanmu untuk berada di atas panggung bersama kami saat menyanyikan Rockstar di Super Show berikutnya, aku membayangkan, ini pasti akan menjadi Super Show yang sangat luar biasa. Ini pasti menyenangkan sekali, mengingat kau selalu berhalangan menonton kami di konser kami sendiri. Tapi nanti, tadinya, kau tidak hanya menonton, tapi menari bersama kami! Tidakkah itu luar biasa? Aku selalu menunggu saat-saat itu sejak kau mengutarakannya!”

“Tapi Tuhan berkehendak lain.” ia mendengus sedih. “Siapa sangka setelah menang melawan penyakitmu, kau harus kembali berjuang melawannya? Dengan kondisi yang jauh lebih parah dari sebelumnya, pula! Aku selalu menangis setiap kali melihat foto-foto yang kau kirim! Apa kau kira dengan senyummu bersama alat bantu pernapasan itu akan membuatku merasa lebih baik? Tidak, bodoh! Justru itu yang membuatku sedih! Kau sangat kurus karena semua penyakit itu, tapi kenapa wajahmu begitu bersinar? Seolah penyakitmu itu tidak ingin menghilangkan keceriaan di wajahmu!”

Ia membungkuk. “Maaf karena tidak bisa mengajakmu ke Super Show berikutnya bersama kami, Joo..” ucapnya. “Dan terima kasih karena membuatku bisa mengenal sosok seperti dirimu.”

Leeteuk tersenyum teduh. “Baik-baiklah di sana!”

G

End

Advertisements

One thought on “Leeteuk’s Video

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s