Donghae’s Video

screenshot_2016-06-30-18-48-05_com.instagram.android_1468938023654.jpg

The unanswered questions, something should’ve known, and feel from her beloved brother.

A ‘Good’ Bye | Donghae’s Video | The Little-Chicken-Hearted| Photograph

***

“INI konyol.”

Donghae menghela napas saat Sungmin memaksanya duduk di sofa yang di depannya terdapat kamera yang sudah menyala.

“Jangan lupa kalau kau salah satu yang menyarankan ini.” sahut Sungmin.

“Dan hyung yang paling sering menangis di antara kami semua.” tambah Ryeowook.

YA, ADIKKU MENINGGAL DAN AKU TIDAK MENANGIS?!” teriak Donghae marah. Namun kemudian ia menunduk. “Ah, maafkan aku..”

Sungmin dan Ryeowook tersenyum mengerti.

Well, sudah dua bulan Lee Joo Hae meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Sedih? Tentu saja. Gadis itu terlalu berarti bagi Donghae, dan terlalu menyisakan kenangan mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Donghae benar-benar merasa kehilangan, dan masih belum bisa melupakan kesedihannya. Jadi beberapa anggota menyarankan untuk membuat semacam video dimana di video itu semua anggota harus mencurahkan segala hal yang berkaitan dengan Lee Joo Hae. Hanya untuk melegakan perasaan, setidaknya.

“Lihatlah, Joo. Mereka memaksaku melakukan hal ini.” keluh Donghae di depan kamera. “Kalau kau ada di sini, kau pasti sudah mengomeli mereka semua ‘kan?”

Ia duduk tegak. “Aku harus mulai dari mana? Aku tidak tahu. Aku merasa seperti bayi malang tanpa orang tua. Tidak ada yang bisa kulakukan selain menangis. Tapi aku beruntung. Semua anggota Super Junior dan Minjung terus saja menyemangatiku, membantuku keluar dari kesedihanku. Jika kau bisa melihatku sekarang, aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya.”

Donghae mengigit bibir sejenak sebelum melanjutkan. “Tapi air mataku akan jatuh lagi jika ada sesuatu yang membuatku teringat akan dirimu. Saat melihat apartemenmu, barang-barangmu, foto-fotomu.” ia merenung, sesaat tersenyum tipis. “Kau begitu cantik. Sungguh. Aku seperti melihat ibu di dalam dirimu, kau tahu? Hanya saja kau jauh lebih muda.” ia tertawa hambar. “Sifatmu yang begitu dingin dan bebas, membuatmu terlihat unik di mata beberapa orang. Jika aku bukan kakakmu, aku pasti sudah menikah dengamu!”

Donghae tersenyum sedih. “Aku tidak menyangka, kita pernah punya hubungan yang buruk. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku sampai aku bisa begitu membencimu, menyiksamu, menuduhmu, bahkan mengataimu pembunuh. Seandainya aku tidak mendengarkan omongan orang-orang, aku pasti tidak akan membuatmu menanamkan kebencian akan diriku dalam dirimu. Seandainya aku mengikuti perkataan Minjung, aku yakin aku tidak akan pernah melukainya. Dan seandainya aku mau mendengarmu, aku.. eish..”

Ia menunduk, menyeka air mata sebisanya, lalu kembali menatap kamera.

“Seandainya aku mendengar apapun yang ingin kau katakan sebelum kau pergi ke luar negeri..” ujarnya serak. “Kenapa kau begitu baik? Kenapa kau bisa bertahan dengan semua yang kulakukan padamu sampai pada akhirnya kau menyerah? Aku minta maaf. Aku pernah berperan sebagai kakak yang buruk untukmu. Aku benar-benar menyesal karena sempat membuatmu terluka dan menderita.. Aku minta maaf, Joo..”

Ia menelan ludah dengan susah payah. “Setiap kali melihatmu, kadang aku berpikir.. lihatlah gadis kecil ini.. gadis yang pernah kulukai.. gadis yang pernah tidak ku percayai.. gadis yang pernah kubenci.. dan setelah cukup lama aku sadar bahwa gadis itu adalah adikku sendiri.. gadis yang keluar dari rahim yang sama denganku.. gadis yang di dalam dirinya masih mengalir darahku..”

Tatapan Donghae perlahan berbinar. “Aku benar-benar bangga padamu. Ketika semua orang di KAIST begitu mengelu-elukan namamu.. aku cuma bisa tersenyum. Gadis yang mereka banggakan itu adalah adikku.. Si jenius itu adalah adikku.. Dan ketika semua orang di dunia tahu kalau kita bersaudara.. itu adalah hal yang paling membanggakan dalam hidupku..”

Donghae membasahi bibirnya, mengangguk-angguk. “Memang, tidak semua orang selalu dicintai di dunia ini. Semakin hebat orang tersebut, semakin banyak yang membencinya. Kau salah satunya. Aku cukup terluka saat tahu ada beberapa fans yang menghinamu, bahkan mengataimu berbohong tentang hubungan kita. Dan parahnya, kau bersikap seakan kau baik-baik saja, dan akan menangis di belakangku. Tidak apa, Joo. Aku salut karena kau bisa menjadikan hal itu sebagai kekuatanmu, mulai paham bahwa kehidupan seorang artis akan disorot sedalam-dalamnya, terlebih keluarga. Kau begitu pintar berargumen saat beberapa orang bertanya kenapa kau baru muncul. Dan itu cukup membuatku lega karena masalah antara kita berdua memang tidak boleh diketahui publik.”

“Joo-ah..” Donghae memanggil. Ia merasa seakan tengah bicara langsung dengan gadis itu. Seperti gadis itu ada di dekatnya, dan mereka sedang mengobrol. “Maaf atas semua kesalahanku padamu.. Maaf karena sempat merahasiakan wajib militerku. Maaf karena membohongimu hari itu. Maaf karena membuatmu menangis seperti itu. Maaf karena aku tidak bisa memenuhi semua janjiku padamu. Maaf karena aku tidak pernah ada saat kau berjuang melawan penyakitmu. Maaf karena aku tidak ada di sisimu pada saat-saat terakhirmu.. Maafkan aku, Joo.. Maafkan aku..”

Ia menelengkan kepala. “Kadang aku berpikir bahwa aku adalah kakak terkejam di dunia karena sering melukai adiknya. Aku sangat menyesal kau sampai menangis seperti itu saat kelulusanmu di Jerman. Walau di sisi lain aku sangat bangga. Kau benar-benar bekerja keras, bahkan ketika tubuhmu butuh istirahat, kau tidak mempedulikannya.”

Kali ini Donghae tidak berusaha menutupi air matanya. “Aku sedih ketika tahu tentang semua penyakitmu, dan sangat ingin marah ketika kau menyembunyikannya, tapi saat aku melihat sendiri bagaimana kau kehilangan kesadaran setelah donor darah, atau melihat perjuanganmu melawan penyakitmu, yang kupikirkan adalah, aku harus selalu memberi dukungan padamu. Kau hebat, kau pernah menang melawan penyakit itu, sampai hujan membuatmu harus kembali mengalah. Kau luar biasa.”

Ia menarik napas dalam. “Kau begitu paham dengan pekerjaanku, sehingga kau tidak pernah keberatan karena aku jarang mengunjungimu di rumah sakit. Itu sedikit membuatku bersalah dan lega di saat yang bersamaan. Melihatmu tersenyum dengan semua peralatan kedokteran melekat di tubuhmu selalu sukses membuatku menangis. Kenapa kau masih begitu ‘menyebalkan’ hah?”

Donghae bicara sambil terisak. “Aku benar-benar tidak percaya hari itu hari terakhir aku melakukan video call denganmu.. Kau masih bisa berbicara dengan baik.. tertawa.. bahkan mengejekku di saat-saat terakhirmu.. Doktermu bilang kau akan bisa hidup tanpa limfa.. tapi siapa sangka kau menyerah bahkan sebelum operasi? Itu sangat tidak terduga.. dan itu.. itu.. begitu mengejutkan..”

Donghae menunduk, menangis untuk waktu yang lama. Ia memegang kepalanya, yang sepertinya terasa perih hanya karena memikirkan gadis itu.

Sampai kemudian ia mengangkat wajah, dengan mata sembab nan berair. “Aku janji ini terakhir kalinya aku menangis. Jangan khawatirkan aku. Aku pasti akan baik-baik saja.”

Ia berdehem, lalu tersenyum. Begitu teduh, lebar, dan cerah, seakan baru saja melepaskan beban yang sangat berat. “Aku sangat menyayangimu, bayi kecilku. Dan rasa sayangku tidak akan pernah berkurang walaupun kau tidak lagi berada di sisiku. Jadi, istirahatlah yang tenang, ya?”

Donghae menghembuskan napas lega, lalu bersandar pada sofa.

Kamera dimatikan.

M

End

V

Well, cerita ini cuma cerita picisan yang idenya lewat di otakku. Semacam cara buat anggota Super Junior buat ‘move on’ dari Joohae. Yah gitu deh :3

Nanti kubikin semacam cerita tiap member bareng tuh cewek setelah video itu. Semacam memories gitu lah ya. Aku emang cuma bikin beberapa member, nggak semuanya. Kalopun ada yang suka dan nggak suka juga aku bakal terusin kok :v Idenya udah muncul gimana dong? :3

Maaf aja ya, ini cuma semacam selingan karena aku lagi nggak punya ide bikin cerita romance :v Sorry 😀

Advertisements

5 thoughts on “Donghae’s Video

    • Sebenernya juga nggak rela sih bikin Joohae meninggal, malah aku pernah mikir mau ngidupin dia lagi kan nggak mungkin banget yak HAHAHAHAHAHAHAHHA jadi mungkin biar ngobatin rasa sakit kamu (aku juga sih) aku tetep bikin cerita mereka berdua, sama member yang lain, tapi jadinya semacam memories gitu. Kenangan Donghae sama dedek nya, atau member Suju sama Joohae. Ya gitu deh ya 😀

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s