Stolen

Stolen

She’s upset because her boy had stolen something sensitive from her.. and her boy feels no blame.

***

SEMILIR angin meniup pelan rambut Sungmin, membuatnya menjadi sedikit berantakan. Namun justru hal itu yang membuatnya terlihat tampan. Rambut acak-acakan dan terkesan natural, satu dari sekian banyak hal yang paling disukai Hyosung nya. Gadisnya. Cintanya.

Tak lama kemudian, sang gadis muncul di belakangnya, langsung mengambil tempat di samping Sungmin, merebahkan tubuhnya, tidur dengan paha Sungmin sebagai bantalnya.

Sungmin mendengus, tersenyum memandang wajah Hyosung yang sedang tertidur. Gadis ini masih sama, selalu semena-mena. Memang hanya dia saja yang bisa begitu? Sungmin juga bisa!

Jadi, inilah yang Sungmin lakukan. Ia mengangkat sedikit kepala Hyosung dan mengecup lembut bibir gadis itu cukup lama. Setelah itu, ia kembali membiarkan Hyosung tidur di pahanya.

Beberapa menit kemudian, gadis itu bangun dengan kaget.

“Aku mimpi aneh.” ucapnya. “Ada seseorang menciumku lalu mendorongku sehingga aku jatuh ke jurang.”

Sungmin hanya tersenyum. Saat melihat itu, Hyosung menyadari bahwa ciumannya baru saja dicuri oleh Sungmin.

YA, KENAPA KAU MENCIUMKU DIAM-DIAM?!” teriaknya.

“Memangnya kau tidak menolak kalau aku meminta izin darimu?”

Hyosung terdiam dengan wajah dungu. Sungmin berlari sebelum Hyosung sempat mengejarnya.

 

-End-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s